TANJUNG JABUNG TIMUR — Kebakaran di HLG Londerang kembali menjadi fokus Satgas Karhutla Jambi. Unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, hingga regu pemadam kebakaran perusahaan perkebunan dikerahkan ke lokasi. Pengecekan langsung juga dilakukan jajaran Forkopimda Jambi untuk memantau perkembangan pemadaman dan pendinginan lahan gambut.
Kepala Bidang Humas Polda Jambi Kombes Erlan Munaji menyatakan seluruh unsur terus bergerak maksimal. Pemadaman, pendinginan, dan pemantauan lokasi yang sebelumnya sudah dipadamkan masih berjalan.
"Seluruh unsur terkait terus melakukan langkah-langkah penanganan Karhutla secara maksimal. Pemadaman dan pendinginan terus dilakukan, termasuk pemantauan terhadap lokasi yang sebelumnya telah dilakukan pemadaman," kata Erlan, Kamis (17/9/2026).
Uji Coba Zat Khusus untuk Lahan Gambut
Personel gabungan mencoba metode baru berupa zat pemadam khusus untuk karakteristik lahan gambut. Zat itu diaplikasikan dalam bentuk cairan dan serbuk. Uji coba dilakukan untuk melihat efektivitasnya membasahi lapisan gambut sekaligus menekan potensi api muncul kembali setelah dipadamkan.
Erlan menegaskan penanganan kebakaran lahan gambut butuh perhatian khusus. Api bisa menjalar hingga ke bawah permukaan, sehingga pendinginan harus dilakukan menyeluruh.
"Kita tidak hanya fokus pada api yang terlihat di permukaan, tetapi juga memastikan proses pendinginan dilakukan dengan baik agar tidak terjadi penyalaan kembali. Setiap metode yang dapat mendukung efektivitas pemadaman akan terus dikaji dan diuji di lapangan," jelasnya.
Api Sempat Padam 7 Hari, Lalu Muncul Lagi
Kebakaran di HLG Londerang sebelumnya terjadi Kamis (27/8/2026) sore. Petugas butuh waktu tujuh hari untuk memadamkan api, dengan luas estimasi mencapai 86 hektare. Beberapa hari terakhir api kembali muncul, memaksa petugas berjibaku lagi di lokasi yang sama.
Selain pemadaman, Satgas mengedepankan pencegahan dan edukasi ke masyarakat. Polda Jambi mengajak warga tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar.
"Polda Jambi mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mencegah Karhutla. Jangan membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar karena dampaknya dapat merugikan masyarakat luas dan membahayakan lingkungan," tegasnya.
Luas Lahan Terbakar di Jambi Capai 3.048 Hektare
Catatan Satgas Karhutla Jambi menunjukkan total luas lahan terbakar sejak awal Januari hingga 16 September 2026 mencapai 3.048,68 hektare. Kabupaten Batang Hari menyumbang area terluas dengan 818,06 hektare.
Muaro Jambi menyusul dengan 556,61 hektare, disusul Sarolangun 508,55 hektare, Tanjung Jabung Barat 493,75 hektare, Tebo 315,71 hektare, Tanjung Jabung Timur 271,70 hektare, Bungo 67 hektare, dan Merangin 17,30 hektare.
Tim gabungan memastikan api di HLG Londerang dapat dikendalikan dan tidak meluas ke wilayah lain. Pemadaman dan pendinginan masih berlanjut di lapangan.