SAROLANGUN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) melanda tiga lokasi di kawasan PT ALN, Desa Sepintun, Kecamatan Pauh, Kabupaten Sarolangun. Total lahan yang terdampak mencapai sekitar 10 hektare, terdiri dari 6 hektare di Afdeling 9, 2 hektare di Afdeling 3, dan 2 hektare di Afdeling 2.
Kapolsek Pauh IPTU Hans Simangunsong memimpin langsung personel menuju lokasi setelah laporan kebakaran diterima. Api pertama kali diketahui sekitar pukul 19.00 WIB, namun titik api berada jauh di dalam kawasan hutan sehingga petugas tidak bisa langsung tiba.
Medan Berat dan Perjalanan Tiga Jam Menuju Titik Api
Perjalanan dari Pauh menuju kawasan perusahaan memakan waktu sekitar tiga jam. Setelah tiba di mess, perjalanan masih berlanjut sekitar dua jam menuju titik kebakaran.
Medan yang sulit memaksa tim menggunakan kendaraan roda empat, roda dua, hingga berjalan kaki. Alat berat juga dikerahkan untuk membuka akses agar personel dan peralatan pemadaman bisa mencapai lokasi.
Personel Polsek Pauh akhirnya tiba di lokasi sekitar pukul 23.30 WIB. Tanpa menunggu lama, petugas bersama tim karhutla perusahaan langsung melakukan pemadaman.
Sekat Isolasi dan Alat Berat untuk Putus Jalur Api
Selain penyiraman, tim membuat sekat atau isolasi menggunakan alat berat. Langkah itu untuk memutus jalur penyebaran api agar tidak merembet ke areal lain.
Upaya pemadaman berlangsung berjam-jam. Api berhasil dipadamkan sekitar pukul 04.30 WIB.
Petugas tidak langsung meninggalkan lokasi setelah api padam. Pendinginan tetap dilakukan untuk memastikan bara maupun titik panas tidak kembali memicu kebakaran.
Patroli Sambang dan Pengecekan Pendinginan di Hari Berikutnya
Pemantauan berlanjut pada Kamis 17 September 2026. Kapolsek Pauh bersama Bhabinkamtibmas Aiptu T Putra Azis melaksanakan patroli sambang sekaligus mengecek proses pendinginan.
Kawasan PT ALN masih masuk dalam wilayah hukum Polres Sarolangun. Hingga pemantauan terakhir, tidak dilaporkan adanya titik api baru di lokasi yang sama.