JAMBI — Cumi-cumi termasuk bahan seafood yang banyak diolah menjadi beragam hidangan di Indonesia. Dari sekian banyak olahan cumi khas nusantara, gulai cumi bunting atau yang sering disebut cumi isi tahu dan telur selalu jadi primadona di meja makan.
Perpaduan rasa gurih kuah gulai bersantan pekat dan tekstur kenyal cumi yang padat berisikan adonan tahu halus membuat sajian ini terasa mewah. Proses pembuatannya pun terbilang unik.
Asal Julukan "Bunting" pada Gulai Cumi
Julukan bunting berasal dari tampilan perut cumi yang mengembung padat setelah diisi adonan. Agar adonan tidak keluar saat dimasak dan tekstur cumi tetap kenyal berkaldu tanpa menjadi alot, diperlukan teknik pengolahan khusus dari tahap awal hingga pengungkepan.
Berikut panduan resep dan cara praktis mengolah gulai cumi bunting ala rumahan yang lezat, kaya rempah, dan bebas amis.
Racikan Bahan dan Bumbu Gulai Cumi Bunting
Bahan utama dan isian yang perlu disiapkan:
- Cumi-cumi segar 500 gram, pilih ukuran sedang atau besar, bersihkan kantong tinta dan kulit arsirnya
- Tahu putih 3 buah, haluskan
- Telur ayam 1–2 butir, kocok lepas
- Daun bawang 1 batang, iris halus
- Garam dan merica secukupnya untuk adonan isian
Kombinasi tahu putih dan telur kocok inilah yang membuat isian cumi terasa lembut sekaligus padat. Daun bawang iris menambahkan aroma segar pada adonan.
Teknik Mengisi Cumi agar Tidak Pecah Saat Dimasak
Kunci utama gulai cumi bunting terletak pada tahap pengisian. Cumi yang sudah dibersihkan dari kantong tinta dan kulit arsirnya diisi adonan tahu dan telur, lalu ujungnya dikunci agar isian tidak keluar.
Pengungkepan dengan kuah santan berbumbu rempah menjadi tahap penentu. Api yang tepat dan durasi memasak yang pas menjaga cumi tetap kenyal, tidak alot, dan bebas bau amis.
Kuah Santan Pekat yang Jadi Ciri Khas
Kuah gulai bersantan pekat menjadi pembeda gulai cumi bunting dari olahan cumi lainnya. Rasa gurih santan berpadu dengan rempah khas gulai menembus isian tahu dan telur di dalam cumi.
Sajian ini cocok dihidangkan bersama nasi hangat untuk makan keluarga. Bahan-bahannya mudah ditemukan di pasar tradisional, mulai dari cumi segar hingga tahu putih dan daun bawang.