JAMBI — Pengamat perbankan sekaligus dosen STIE Jambi, Laila Farhat, menilai komitmen Direksi Bank Jambi dalam menerapkan pengelolaan keuangan yang transparan dan akuntabel sebagai langkah penting untuk memperkuat tata kelola perusahaan. Menurut dia, transparansi dan akuntabilitas merupakan dua prinsip mendasar dalam pengelolaan lembaga perbankan.
Keduanya tidak hanya berkaitan dengan penyajian laporan keuangan. Prinsip tersebut juga menyangkut proses pengambilan keputusan, pengelolaan risiko, penggunaan anggaran, serta pertanggungjawaban manajemen terhadap pemegang saham dan para pemangku kepentingan.
Transparansi Harus Jadi Budaya Kerja, Bukan Sekadar Laporan
Laila menegaskan bahwa kedua prinsip itu harus melekat dalam keseharian perusahaan, bukan hanya formalitas dokumen. Setiap keputusan bisnis dituntut memiliki dasar yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
"Dalam industri perbankan, transparansi dan akuntabilitas harus menjadi bagian dari budaya kerja perusahaan. Setiap keputusan bisnis harus memiliki dasar yang jelas, dapat dipertanggungjawabkan, serta dilaksanakan sesuai ketentuan yang berlaku," ujar Laila.
Sebagai bank pembangunan daerah, Bank Jambi memikul tanggung jawab yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian keuntungan. Institusi ini juga dituntut mendukung pembangunan dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Karena itu, pengelolaan keuangan yang sehat dan bertanggung jawab menjadi fondasi penting. Fungsinya menjaga keseimbangan antara kepentingan bisnis dan kontribusi terhadap perekonomian masyarakat.
Lima Pilar GCG yang Perlu Dijalankan Konsisten
Menurut Laila, komitmen Direksi Bank Jambi perlu diwujudkan melalui penerapan GCG secara nyata. Penerapan itu mencakup keterbukaan informasi, kejelasan pembagian tanggung jawab, kepatuhan terhadap regulasi, pengendalian internal yang efektif, serta pengawasan yang berjalan konsisten.
Bank yang dikelola dengan prinsip tata kelola baik, kata dia, akan memiliki landasan lebih kuat dalam menghadapi tantangan industri. Transparansi memastikan informasi disampaikan secara layak, sedangkan akuntabilitas memastikan setiap kewenangan dan keputusan memiliki pertanggungjawaban yang jelas.
"Bank yang dikelola dengan prinsip tata kelola yang baik akan memiliki landasan yang lebih kuat dalam menghadapi tantangan industri. Transparansi membantu memastikan informasi disampaikan secara layak, sedangkan akuntabilitas memastikan setiap kewenangan dan keputusan memiliki pertanggungjawaban yang jelas," katanya.
Tekan Potensi Penyimpangan lewat Pengelolaan Keuangan Terbuka
Pengelolaan keuangan yang transparan juga dinilai penting untuk meminimalkan potensi penyimpangan. Selain itu, langkah tersebut meningkatkan efektivitas penggunaan sumber daya dan memastikan setiap kebijakan perusahaan dilaksanakan secara terukur.
Dalam konteks perbankan, aspek tersebut harus berjalan seiring dengan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko, dan kepatuhan terhadap ketentuan regulator. Ketiganya menjadi satu paket yang tidak bisa dipisahkan.
Laila menilai penguatan tata kelola semakin relevan di tengah perkembangan industri perbankan yang kompetitif dan terdigitalisasi. Bagi bank pembangunan daerah seperti Bank Jambi, tata kelola yang rapi menjadi bekal untuk tetap dipercaya nasabah dan pemangku kepentingan di daerah.