JAMBI — Kerja sama ini bukan sekadar seremonial. DMS Propertindo menunjuk CLIEC sebagai mitra yang akan menggarap proyek dengan skema turnkey—artinya, seluruh proses dari perencanaan teknis, engineering, pengadaan material, hingga konstruksi dan serah terima bangunan akan dikelola oleh CLIEC sesuai spesifikasi yang disepakati. Bagi DMS Propertindo, ini adalah cara untuk memastikan pembangunan berjalan tepat waktu tanpa mengorbankan kualitas.
Direktur Utama DMS Propertindo, Mohamad Prapanca, menegaskan bahwa dukungan finansial dan kapabilitas teknologi dari CLIEC menjadi kunci percepatan proyek ini. "Kami meyakini pengalaman, kapabilitas teknologi, serta dukungan finansial yang dimiliki China Light Industry International Engineering Co. Ltd akan mempercepat realisasi proyek sekaligus meningkatkan kualitas pembangunan," ujarnya dalam acara penandatanganan di Jakarta, Selasa (11/8/2026).
Bukan Sekadar Perumahan, Ini Ekosistem Pendidikan dan Bisnis
Urbanova Edu Hub akan berdiri di atas lahan seluas 23 hektare. Kawasan ini dirancang sebagai kota mandiri yang menggabungkan hunian, perkantoran (business hub), hotel, rumah sakit, sekolah internasional, hingga event space dan showroom dalam satu ekosistem.
Pemilihan lokasi di Surabaya Timur bukan tanpa alasan. Kawasan ini dikelilingi oleh belasan perguruan tinggi dengan total lebih dari 64.000 mahasiswa aktif. Artinya, pasar potensial untuk hunian mahasiswa dan kebutuhan komersial sudah tersedia sejak awal. Selain itu, keberadaan kawasan industri Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) di dekat lokasi menjadi penopang aktivitas ekonomi dan penyedia lapangan kerja yang akan menghidupi kawasan tersebut.
Target Groundbreaking dan Dampak ke Pendapatan Perusahaan
DMS Propertindo menargetkan peletakan batu pertama (groundbreaking) pada akhir September 2026. Tahap pertama konstruksi ditargetkan rampung pada kuartal IV 2028, dan kawasan ini diharapkan mulai beroperasi secara bertahap pada kuartal I 2029.
Bagi perseroan, proyek ini adalah mesin pertumbuhan pendapatan jangka panjang. Prapanca menyebut kolaborasi ini akan "menciptakan nilai tambah yang berkelanjutan, meningkatkan value proyek, serta memberikan kontribusi positif terhadap pertumbuhan revenue perseroan di masa mendatang." Kehadiran CLIEC juga dinilai mampu memperkuat pembiayaan capital expenditure (capex) proyek yang mencapai Rp 3 triliun, sehingga DMS tidak perlu menanggung beban pendanaan sendirian.
CLIEC sendiri bukan pemain baru. Perusahaan ini memiliki rekam jejak panjang dalam pengerjaan proyek industri berskala besar di China dan berbagai negara lain. Pengalaman tersebut menjadi jaminan bahwa pembangunan Urbanova tidak akan tersendat, terutama dalam hal pengadaan material dan teknologi konstruksi.
Dengan konsep Edu Hub, Urbanova diarahkan bukan hanya sebagai tempat tinggal, melainkan ruang hidup yang mengintegrasikan pendidikan, bisnis, kesehatan, dan gaya hidup. Jika berjalan sesuai jadwal, kawasan ini akan menjadi salah satu proyek properti terbesar di Jawa Timur dalam beberapa tahun mendatang.