Pencarian

Spotify Rambah AI Remix dan Cover, Gandeng Penerbit Independen Kobalt

Jumat, 14 Agustus 2026 • 02:55:01 WIB
Spotify Rambah AI Remix dan Cover, Gandeng Penerbit Independen Kobalt
Spotify menjalin kerja sama dengan penerbit independen Kobalt untuk mengembangkan fitur remix dan cover berbasis AI yang menggunakan lagu berlisensi resmi.

JAMBI — Kerja sama ini menjadi langkah lanjutan Spotify dalam membangun platform kreatif berbasis kecerdasan buatan yang menggunakan lagu-lagu berlisensi resmi. Dengan bergabungnya Kobalt, artis seperti Phoebe Bridgers dan grup post-punk IDLES akan memiliki opsi untuk mengizinkan penggemar mereka mengubah karya musik menjadi konten baru melalui perangkat AI.

Skema Baru bagi Artis untuk Raup Cuan

Fitur yang akan menjadi add-on berbayar untuk pelanggan Premium ini dipasarkan sebagai cara baru bagi musisi untuk menghasilkan uang. Spotify menegaskan bahwa alat ini akan "membuka aliran pendapatan tambahan dan cara baru untuk mendorong penemuan musik."

Pernyataan itu senada dengan komentar CEO Kobalt, Laurent Hubert, yang menyebut para artisnya akan "diuntungkan secara langsung dari peluang kreatif yang diberikan fitur-fitur baru ini."

Pembeda Utama dari Generator Musik AI Lain

Konsep ini sekilas mirip dengan layanan seperti Suno yang memungkinkan siapa saja membuat lagu dari perintah teks. Namun, perbedaan mendasarnya terletak pada sumber materi. Jika Suno kerap dikritik karena melatih modelnya dengan data yang diambil dari internet tanpa izin, Spotify justru membangun platform ini di atas lagu-lagu yang telah memiliki lisensi resmi dari pemegang hak cipta.

Pendekatan ini secara tidak langsung menjawab kekhawatiran industri musik terhadap potensi pelanggaran hak cipta oleh AI generatif. Alih-alih dianggap sebagai alat yang merugikan, Spotify mencoba memposisikan fitur ini sebagai instrumen kolaborasi yang menguntungkan semua pihak.

Belum Ada Info Harga dan Jadwal Rilis

Hingga saat ini, Spotify masih bungkam mengenai detail penting layanan tersebut. Belum ada kepastian mengenai besaran biaya tambahan yang harus dibayar pelanggan Premium untuk mengakses fitur ini, serta apakah pengguna akan dibatasi dalam jumlah pembuatan konten.

Pertanyaan lain yang juga menggantung adalah apakah platform ini akan mendukung rekaman cover versi manusia. Sebab, jika yang diutamakan adalah lisensi, seharusnya tidak ada perbedaan antara hasil garapan AI dengan rekaman sungguhan yang dibawakan musisi.

Spotify juga belum mengumumkan jendela peluncuran resmi untuk platform ini. Artinya, pengguna dan musisi masih harus menunggu lebih lama untuk mengetahui bagaimana wajah akhir dari fitur yang sempat diumumkan sejak tahun lalu ini.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: engadget.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks