JAMBI — Kepindahan ini menjadi langkah berani Apriyani setelah sukses besar di ganda putri bersama Greysia Polii. Bersama Greysia, ia merebut emas Olimpiade Tokyo 2020 dan berbagai gelar bergengsi lainnya. Kini, Apriyani ingin memulai perjalanan baru di sektor yang berbeda.
Bukan sekadar iseng, keputusan Apriyani untuk pindah ke ganda campuran didasari keinginan kuat untuk mengembalikan performa terbaik. Ranking dunianya bersama Dejan saat ini masih perlu ditingkatkan secara signifikan. "Saya ingin mencari suasana baru dan mengejar ranking lagi," ujar Apriyani dalam pernyataan resminya.
Pasangan ini sudah mulai berlatih bersama di Pelatnas PBSI. Dejan sendiri sebelumnya dikenal sebagai pemain ganda campuran yang sempat berpasangan dengan Gloria Emanuelle Widjaja. Kombinasi pengalaman Apriyani di lapangan belakang dan ketenangan Dejan di depan net dinilai potensial.
Langkah pertama Apriyani dan Dejan adalah mengumpulkan poin sebanyak mungkin di turnamen level bawah dan menengah. Mereka butuh akumulasi ranking untuk bisa tampil di turnamen BWF World Tour Super 500 ke atas. Tanpa peringkat yang memadai, jalan menuju turnamen besar seperti Kejuaraan Dunia atau Asian Games akan tertutup.
Pelatih ganda campuran Indonesia, Nova Widianto, mengamini potensi dari pasangan anyar ini. Menurutnya, Apriyani memiliki kualitas defense dan power yang jarang dimiliki pemain ganda campuran putri. "Dia bisa menjadi ancaman baru di sektor ini kalau adaptasinya cepat," kata Nova.
Sektor ganda campuran Indonesia saat ini dihuni beberapa pasangan top seperti Rinov Rivaldy/Pitha Haningtyas Mentari dan Rehan Naufal Kusharjanto/Lisa Ayu Kusumawati. Kehadiran Apriyani diprediksi akan memperketat persaingan internal untuk memperebutkan tiket ke turnamen besar.
Dengan usia yang masih 26 tahun, Apriyani diyakini masih memiliki sisa karier panjang. Ia punya modal pengalaman meladeni pemain-pemain top dunia di ganda putri. Kini, semua mata tertuju pada bagaimana ia beradaptasi dengan pola permainan ganda campuran yang lebih mengandalkan rotasi dan variasi serangan.