JAMBI — Kenaikan harga ini membuat posisi BeAT CBS sebagai matic termurah di lini produk Honda tetap aman. Pasalnya, sembilan model matic lain yang beredar di pasar Indonesia semuanya sudah berada di atas angka Rp 20 juta.
Total ada sepuluh model motor matic yang dipasarkan Honda di Indonesia saat ini. Selain BeAT, pabrikan juga menjual Genio, BeAT Street, Scoopy, Vario 125, Vario 160, Stylo 160, PCX, ADV 160, dan Forza — semuanya mengisi segmen harga yang berbeda-beda.
Kenaikan banderol ini tidak diikuti perubahan teknis pada Honda BeAT CBS. Motor ini masih menggendong mesin eSP 109,5 cc dengan injeksi PGM-FI, sama seperti generasi sebelumnya.
Mesin tersebut menghasilkan tenaga 9 PS pada 7.500 rpm dan torsi puncak 9,2 Nm di 6.000 rpm. Rasio kompresinya berada di angka 10,0:1, dan tetap dilengkapi starter elektrik plus kick starter — fitur yang tidak dimiliki varian BeAT lainnya.
Rangka yang dipakai pun masih eSaf atau Enhanced Smart Architecture Frame dengan dimensi panjang 1.876 mm, lebar 669 mm, dan tinggi 1.080 mm.
Menariknya, varian termurah ini justru punya bobot kosong paling berat di antara keluarga BeAT. Bobotnya tercatat 88 kg, sementara varian CBS-ISS dan Deluxe Smart Key hanya 87 kg.
Perbedaan lain ada di tipe aki yang digunakan. BeAT CBS memakai aki MF 12V-3Ah, lebih kecil dibanding varian lain di lini BeAT.
Soal efisiensi bahan bakar, Honda masih mengklaim angka konsumsi BeAT CBS tembus 60,6 km/liter. Dengan kapasitas tangki 4,2 liter, secara hitungan di atas kertas motor ini bisa menempuh jarak hingga 243 km dalam sekali pengisian penuh.
Dengan harga Rp 19,38 juta, BeAT CBS masih jadi pilihan paling masuk akal bagi konsumen yang mencari motor matic Honda baru dengan budget terbatas. Meski fiturnya paling sederhana di keluarga BeAT, motor ini tetap mendapat mesin eSP yang sama efisiennya dengan saudara-saudaranya yang lebih mahal.