IHSG Ditutup Menguat 1,01 Persen ke 6.686,44, Ditopang Cadangan Devisa dan Pembukaan Kembali Bandara

Penulis: Khairunas Ibrahim  •  Selasa, 08 September 2026 | 19:53:02 WIB
Petugas memantau pergerakan indeks harga saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (10/9/2026).

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 66,77 poin atau 1,01 persen ke posisi 6.686,44 pada Selasa, di tengah pelemahan mayoritas bursa Asia. Penguatan ini ditopang data cadangan devisa Agustus yang terjaga serta pembukaan kembali operasional sejumlah bandara pasca erupsi Gunung Anak Krakatau.

JAKARTA — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) ditutup menguat 66,77 poin atau 1,01 persen ke posisi 6.686,44 pada Selasa. Penguatan ini terjadi di tengah pelemahan mayoritas bursa saham kawasan Asia.

Kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 ikut naik 9,16 poin atau 1,40 persen ke posisi 665,58. Sepanjang hari, IHSG betah berada di teritori positif sejak pembukaan hingga penutupan perdagangan sesi kedua.

Sentimen Domestik: Cadangan Devisa dan Bandara Kembali Beroperasi

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas Maximilianus Nico Demus menjelaskan, pasar mendapat dukungan dari posisi cadangan devisa Agustus yang terjaga. Angkanya tercatat sebesar 46,5 miliar dolar AS, lebih tinggi dibanding posisi akhir Juli 2026 yang sebesar 145,3 miliar dolar AS.

Sentimen positif juga datang dari pembukaan kembali operasional beberapa bandara yang sempat ditutup selama dua hari akibat erupsi Gunung Anak Krakatau.

"Aktivitas kembali beberapa bandara tersebut tentunya dapat mengaktifkan kembali roda ekonomi sektor logistik, supplay chain, pemulihan mobilitas dan konektivitas bisnis," ujar Nico dalam kajiannya di Jakarta, Selasa.

Tekanan Geopolitik Timur Tengah Bayangi Bursa Asia

Dari kawasan Asia, tensi geopolitik antara Amerika Serikat (AS) dengan Iran yang semakin memanas menjadi kekhawatiran pelaku pasar. Kondisi ini mendorong kenaikan harga minyak berjangka karena adanya kekhawatiran gangguan aliran energi melalui Selat Hormuz.

Pelaku pasar juga menunggu rincian kesepakatan antara Iran dengan Oman untuk mengatur pengiriman melalui Selat Hormuz. Sebelumnya Iran menyebut kesepakatan tersebut hampir selesai, yang memicu kekhawatiran atas meningkatnya kendali Teheran atas jalur air utama itu.

"Pasar semakin memperkirakan konflik Timur Tengah yang berpotensi berkepanjangan, sehingga kekhawatiran bahwa biaya energi yang lebih tinggi dapat memicu inflasi dan menunda penurunan suku bunga global," kata Nico.

Data Ekonomi China dan Pergerakan Sektor Saham

Dari China, surplus perdagangan tercatat sebesar 119,1 miliar dolar AS pada Agustus 2026, lebih tinggi dari bulan sebelumnya yang sebesar 112,5 miliar dolar AS. Ekspor China melonjak 25,0 persen year on year (yoy) menjadi 401,44 miliar dolar AS, sedangkan impor naik 28,2 persen (yoy) menjadi 282,36 miliar dolar AS.

Berdasarkan Indeks Sektoral IDX-IC, delapan sektor menguat dengan sektor barang baku memimpin kenaikan sebesar 1,94 persen. Sektor barang konsumen primer dan sektor industri menyusul dengan kenaikan masing-masing 1,56 persen dan 1,17 persen.

Tiga sektor lainnya melemah, dengan sektor kesehatan turun paling dalam sebesar 0,67 persen, diikuti sektor teknologi yang turun 0,58 persen dan sektor barang konsumen non primer yang melemah 0,06 persen.

Frekuensi Transaksi dan Kondisi Bursa Regional

Frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 2.265.000 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 35,15 miliar lembar saham senilai Rp15,70 triliun. Sebanyak 388 saham naik, 253 saham menurun, dan 322 tidak bergerak nilainya.

Saham-saham dengan penguatan harga terbesar yaitu POLA, ASPI, SHID, SOHO, dan PPRI. Sedangkan saham yang mengalami pelemahan terbesar yakni FPNI, NZIA, OMED, UDNG, dan LUCY.

Di kawasan regional, indeks Nikkei melemah 1,69 persen ke 65.278,00, indeks Hang Seng turun 0,38 persen ke 25.317,18, dan indeks Kospi melemah 0,58 persen ke 6.954,52. Indeks Shanghai justru menguat 0,20 persen ke 3.940,55.

Reporter: Khairunas Ibrahim
Sumber: jambi.antaranews.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top