Pegadaian Salurkan Rp 50 Juta untuk Petani Kopi Desa Lubuk Kembang Rejang Lebong

Penulis: Ramli Ahmad  •  Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:46:01 WIB
Pegadaian menyalurkan bantuan sarana produksi pertanian senilai Rp 50 juta untuk Gapoktan Desa Lubuk Kembang, Rejang Lebong.

REJANG LEBONG — Penyaluran bantuan menyasar Gapoktan Desa Lubuk Kembang yang mengelola usaha tani kopi. Dana Rp 50 juta itu dialokasikan untuk sarana produksi pertanian, bukan bantuan tunai langsung ke petani. Program The Gade Integrated Farming menempatkan dukungan sarana sebagai pintu masuk penguatan kapasitas kelompok tani.

Apa Itu Program The Gade Integrated Farming

Program ini menggabungkan bantuan sarana produksi dengan dorongan pengembangan potensi pertanian lokal. Pegadaian menyebut pendekatan tersebut dipilih agar manfaat ekonomi bisa dirasakan dalam jangka panjang, bukan hanya sekali penyaluran.

Pendampingan dan kolaborasi menjadi bagian dari skema, menyesuaikan kebutuhan masyarakat setempat. Sasaran akhirnya adalah kemandirian ekonomi kelompok tani, bukan ketergantungan pada bantuan berkala.

Alasan Pegadaian Menyasar Sektor Kopi

Pimpinan Wilayah PT Pegadaian Kanwil III Palembang, Novryandi, menilai sektor pertanian berperan strategis menopang perekonomian masyarakat. Kelompok tani yang punya potensi berkembang dinilai layak mendapat dukungan agar kapasitas usahanya naik.

"Melalui program The Gade Integrated Farming, kami berharap bantuan sarana produksi pertanian ini dapat dimanfaatkan secara optimal oleh Gapoktan Desa Lubuk Kembang untuk mendukung aktivitas pertanian kopi. Kami meyakini penguatan sektor pertanian perlu dilakukan melalui kolaborasi, pendampingan, serta dukungan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan secara berkelanjutan," ujar Novryandi.

Ia menegaskan keberhasilan program pemberdayaan tidak diukur semata dari besarnya bantuan. Keberlanjutan pemanfaatan dan kemampuan masyarakat mengembangkan potensi sendiri jadi ukuran yang lebih penting.

Harapan untuk Petani Kopi Lubuk Kembang

Pemimpin Cabang PT Pegadaian Cabang Curup, Lukmanul Hakim, berharap bantuan dimanfaatkan sebaik-baiknya untuk menunjang usaha tani kopi. Sarana produksi yang tepat dinilai bisa membantu kelompok tani menggarap potensi pertanian lebih optimal.

"Kami berharap bantuan sarana produksi pertanian ini dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya oleh Gapoktan Desa Lubuk Kembang untuk mendukung kegiatan usaha tani kopi. Kami juga berharap sinergi ini dapat mendorong semangat para petani untuk terus berkembang, meningkatkan produktivitas, serta memperkuat kemandirian ekonomi kelompok tani," kata Lukmanul Hakim.

Kolaborasi berkelanjutan antara Pegadaian, pemerintah daerah, dan kelompok tani disebut menjadi faktor penting keberhasilan program. Sinergi itu diharapkan memperkuat kapasitas petani sekaligus memberi dampak positif bagi perekonomian warga setempat.

Jejak Pegadaian di Sektor Pemberdayaan

Pegadaian berdiri sejak 1 April 1901 di Sukabumi, Jawa Barat, dan terus bertransformasi mengikuti kebutuhan masyarakat. Sejak 2021, perusahaan tergabung dalam Holding Ultra Mikro (UMi) bersama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).

Pada Desember 2024, Pegadaian memperoleh izin Otoritas Jasa Keuangan (OJK) untuk menjalankan kegiatan usaha bulion. Layanan bank emas itu meliputi deposito emas, pinjaman modal kerja emas, jasa titipan emas korporasi, hingga perdagangan emas.

Selain layanan bank emas, Pegadaian menyediakan produk investasi seperti Tabungan Emas, Cicil Emas, dan Arisan Emas. Ada pula produk pembiayaan untuk kebutuhan Haji dan Umrah, Kredit Mikro, Kredit Kendaraan, hingga Kredit Usaha.

Reporter: Ramli Ahmad
Sumber: jambiday.com This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.
Back to top