JAMBI — Webinar bertema "Logika, Algoritma, dan Pseudocode" itu menghadirkan Muhammad Fikri, S.T. sebagai narasumber utama. Materi yang disampaikan mengacu pada Modul 1 Bidang Kecerdasan Artifisial Pemandu Talenta Jenjang SMP/Sederajat, hasil kerja sama Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), Kemendikdasmen, dan Universitas Negeri Surabaya (Unesa) melalui program Bina Talenta Indonesia 2025.
Rangkaian acara dibuka resmi oleh Ketua Tim Tendik Kanwil Kemenag Provinsi Jambi, Avrizal, S.E., M.E., pada pukul 10.00 WIB. Sebelumnya, Ketua MGMP Informatika MTs Provinsi Jambi, Ibnatun Rif'ah, menyampaikan laporan kegiatan, disusul sambutan Kasi Penmad Kankemenag Kabupaten Tanjung Jabung Barat, H. Bambang Setiono, S.H.I., M.H.
Dalam paparannya, Fikri menjelaskan algoritma sebagai kumpulan langkah logis dan terstruktur untuk memecahkan suatu masalah. Peserta diajak memahami berbagai bentuk penyajian algoritma, mulai dari deskripsi verbal kehidupan sehari-hari, penggambaran alur visual lewat flowchart, hingga penulisan struktur semu dalam bentuk pseudocode.
Narasumber membedakan implementasi logika sekuensial (berurutan), logika percabangan (decision/if-else), dan logika perulangan (looping). Pada sesi flowchart, dijelaskan fungsi simbol standar seperti terminator untuk memulai atau mengakhiri, jajar genjang untuk input/output, persegi panjang untuk proses, serta belah ketupat untuk keputusan percabangan.
Fikri juga memaparkan contoh konversi diagram alir ke bahasa pemodelan visual Scratch dan bahasa pemrograman Python. Studi kasus yang dipakai antara lain penentuan bilangan ganjil atau genap serta perulangan bernilai.
Peserta dibekali materi logika pemecahan masalah kompleks (