JAMBI — PT Pelindo Sinergi Lokaseva menanam 2.500 bibit pohon dan menguji emisi 100 kendaraan di Pelabuhan Tanjung Priok sebagai bagian dari program TJSL pilar lingkungan sepanjang 2026. Rangkaian kegiatan itu menyasar pelestarian ekosistem pesisir sekaligus penurunan polusi di kawasan pelabuhan.
Sejumlah wilayah kerja menjadi lokasi program. Penanaman pohon berlangsung di Kuala Indah, Sumatera Utara, dan Perawang, Riau. Perusahaan juga menggelar Lomba Menghias Lingkungan di Desa Srijaya, Bekasi, Jawa Barat, lewat penataan, revitalisasi, dan dekorasi bertema pelestarian lingkungan serta kepelabuhanan.
Senior Vice President Sekretariat Perusahaan PT PSL Dewi Fitriyani menyatakan program disusun mengikuti kondisi di lapangan. Menurut dia, upaya perusahaan tidak berhenti pada penghijauan dan pelestarian ekosistem.
"Kami berupaya mengambil bagian melalui program yang relevan dengan kondisi di lapangan. Tidak hanya melalui penghijauan dan pelestarian ekosistem, tetapi juga melalui pengurangan emisi, pengelolaan sampah, serta dukungan kepada masyarakat," kata Dewi dalam keterangannya, Sabtu (17/10/2026).
Carbon Village dan Budidaya Kepiting
Di sektor pesisir, PT PSL menjalankan Program Carbon Village Pelindo melalui Program LESTARI (Lamun untuk Ekosistem Sehat, Tangguh, dan Ekonomi Mandiri). Kegiatan ini mencakup penanaman lamun untuk mendukung penyerapan karbon.
Selain lamun, perusahaan mengembangkan budidaya kepiting. Langkah itu diarahkan untuk menjaga ekosistem sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di sektor kelautan.
PT PSL bersama anak perusahaan menjalankan seluruh rangkaian kegiatan itu lewat Program Pelindo Lestari. Program ini menjadi wadah bagi kegiatan penghijauan, pengelolaan sampah, dan pemberdayaan warga di sekitar wilayah operasi.
Bantuan untuk Warga Terdampak Karhutla
PT PSL menyalurkan bantuan kepada masyarakat terdampak kebakaran hutan dan lahan di lima desa Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat. Kelima desa itu adalah Sungai Kunyit Laut, Sungai Bundung Laut, Sungai Duri II, Sungai Kunyit Dalam, dan Sungai Laki.
Bantuan mencakup air bersih untuk konsumsi, masker, serta alat kesehatan. Penyaluran difokuskan pada kebutuhan warga saat kabut asap mengganggu aktivitas harian.
Uji Emisi di Kawasan Pelabuhan
Di Pelabuhan Tanjung Priok, PT PSL menggelar uji emisi bagi 100 kendaraan. Pemeriksaan ini menyasar kendaraan yang beroperasi di kawasan pelabuhan, salah satu titik dengan lalu lintas kendaraan barang paling padat di Indonesia.
Uji emisi melengkapi rangkaian program lingkungan perusahaan sepanjang 2026. Sebelumnya, PT PSL menanam 2.500 bibit pohon di dua provinsi dan menata lingkungan permukiman di Bekasi.
Bagi pelabuhan, kualitas udara menjadi persoalan yang makin diperhatikan seiring tingginya aktivitas bongkar muat dan lalu lintas truk. Pemeriksaan emisi kendaraan operasional menjadi salah satu cara menekan polutan di sekitar terminal.
Rangkaian program TJSL ini memperlihatkan arah pengelolaan lingkungan PT PSL yang menyentuh tiga sisi sekaligus: penghijauan darat, pelestarian ekosistem pesisir, dan pengendalian emisi di kawasan pelabuhan.