Pencarian

Marak Penipuan Penerimaan Calon Jaksa, Kejati Jambi Tegaskan Tak Ada Jalur Khusus untuk Lolos Rekrutmen

Selasa, 12 Mei 2026 • 13:14:01 WIB
Marak Penipuan Penerimaan Calon Jaksa, Kejati Jambi Tegaskan Tak Ada Jalur Khusus untuk Lolos Rekrutmen
Kejati Jambi menegaskan tidak ada jalur khusus dalam rekrutmen calon jaksa.

JAMBI — Kejati Jambi buka suara soal dugaan penipuan penerimaan calon jaksa yang meresahkan masyarakat. Kasus ini diduga melibatkan orang dekat Gubernur Jambi dan menyebabkan kerugian hingga ratusan juta rupiah.

Modus Penipuan Mengatasnamakan Rekrutmen Jaksa

Kasi Penerangan Hukum Kejati Jambi, Nolly Widjaja, menyatakan bahwa pihaknya menerima laporan terkait adanya oknum yang mengaku bisa meloloskan seseorang menjadi jaksa. Para pelaku meminta sejumlah imbalan kepada korban dengan iming-iming kelulusan.

“Tidak ada jalur khusus, titipan, maupun mekanisme di luar prosedur resmi dalam proses penerimaan aparatur di lingkungan Kejaksaan,” tegas Nolly dalam keterangannya, Senin.

Prosedur Rekrutmen: Terbuka dan Transparan

Nolly menjelaskan, seluruh tahapan penerimaan Calon Aparatur Sipil Negara (CASN) di Kejaksaan dilakukan secara terbuka. Mulai dari seleksi administrasi, pemeriksaan kesehatan, hingga tahapan lanjutan lainnya, semua mengikuti mekanisme ketat.

Ia juga mengingatkan bahwa hingga saat ini belum ada pembukaan rekrutmen CASN di lingkungan Kejaksaan Republik Indonesia. Informasi resmi hanya akan diumumkan melalui website dan kanal media sosial resmi Kejaksaan.

“Apabila nantinya ada proses penerimaan CASN, informasi resmi akan diumumkan secara terbuka melalui website resmi Kejaksaan dan kanal informasi resmi lainnya,” ujarnya.

Kerugian Capai Ratusan Juta, Masyarakat Diminta Waspada

Modus penipuan ini cukup meresahkan. Korban diminta menyerahkan uang dalam jumlah besar kepada oknum yang mengaku memiliki koneksi dengan pejabat tinggi di daerah. Iming-imingnya, korban bisa langsung diterima menjadi jaksa tanpa melalui tes.

Kejati Jambi mengimbau masyarakat agar tidak mudah percaya dengan tawaran semacam itu. Sosialisasi dan edukasi terkait modus penipuan berkedok rekrutmen telah berulang kali disampaikan melalui Bidang Penerangan Hukum (Penkum) serta kanal media sosial resmi Kejaksaan.

“Kami mengimbau masyarakat agar berhati-hati apabila ada orang yang menawarkan bisa menjadikan seseorang sebagai jaksa ataupun meluluskan dalam seleksi tertentu dengan meminta imbalan. Jika menemukan hal seperti itu, segera laporkan kepada kami maupun kepada pihak berwajib,” ungkap Nolly.

Langkah Hukum dan Pencegahan

Kejati Jambi memastikan akan menindak tegas setiap pelaku penipuan yang mencatut nama institusi. Masyarakat diminta aktif melapor jika menemukan tawaran mencurigakan terkait rekrutmen di lingkungan kejaksaan.

Pihaknya juga berkomitmen untuk terus memperkuat pengawasan internal agar tidak ada celah bagi oknum untuk menyalahgunakan proses rekrutmen. Kepercayaan publik terhadap institusi kejaksaan harus dijaga.

Bagikan
Sumber: imcnews.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks