JAMBI — Pemerintah menegaskan pengentasan kemiskinan tidak lagi bertumpu pada pemberian bantuan sosial (bansos) semata. Melalui pilot project ini, intervensi diarahkan pada penguatan kapasitas pemuda dari keluarga prasejahtera agar mampu mandiri secara ekonomi.
Wakil Wali Kota Solo, Astrid Widayani, menyatakan pemberdayaan generasi muda adalah investasi kunci untuk memutus mata rantai kemiskinan antargenerasi. "Pemberdayaan pemuda dari keluarga Desil 1 hingga 4 merupakan investasi krusial agar generasi muda tidak sekadar menjadi penerima manfaat, melainkan pelaku utama pembangunan ekonomi," ujarnya dalam peluncuran program tersebut.
Berapa Dana yang Disalurkan dan untuk Apa?
Pada tahap awal, pemerintah mengucurkan dana stimulan senilai total Rp180 juta untuk kegiatan ekonomi produktif dan pemberdayaan masyarakat Kelurahan Semanggi. Anggaran ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pemerintah Kota Solo, dan BAZNAS Jawa Tengah.Dana ini tidak diberikan dalam bentuk uang tunai langsung kepada individu. Sebaliknya, dana dialokasikan untuk mendukung program Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Dinas Sosial dan skema usaha ekonomi produktif lainnya. Tujuannya agar bantuan modal dapat mendorong usaha masyarakat berkembang dan naik kelas.
Siapa Saja yang Menjadi Sasaran Program?
Sasaran utama program ini adalah pemuda berusia 16–30 tahun yang keluarganya masuk dalam kategori Desil 1 hingga Desil 4. Berdasarkan data DTSN per Januari 2026, jumlah pemuda di Jawa Tengah yang masuk kategori tersebut mencapai sekitar 3,49 juta orang.Kriteria ini merujuk pada Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang kini diperbarui menjadi DTSN. Warga yang ingin memastikan apakah termasuk penerima manfaat dapat melakukan verifikasi melalui perangkat kelurahan setempat atau mengecek secara mandiri.
Bagaimana Bentuk Bantuan Selain Modal?
Pemerintah tidak hanya memberikan modal usaha. Ada lima strategi utama yang dijalankan dalam program ini:- Pembaruan dan verifikasi data terpadu melalui DTKS/DTSN. - Perluasan akses pelatihan kerja dan kewirausahaan melalui program Kartu Zilenial. - Pendampingan ekonomi produktif serta akses bantuan modal melalui KUBE dan BAZNAS. - Pemanfaatan teknologi digital untuk promosi dan pemasaran UMKM lokal. - Kolaborasi Pentahelix dengan melibatkan 52 perguruan tinggi dan 25 Ma’had Aly melalui program KKN Tematik.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menekankan pentingnya pendekatan kolaboratif ini. "Penanganan kemiskinan tidak bisa dikerjakan sendiri-sendiri, kita harus bekerja kelompok dan berkolaborasi secara inklusif. Lewat program unggulan seperti Kartu Zilenial, anak-anak muda kita dilatih, didampingi, dan dihubungkan dengan skema usaha ekonomi produktif," jelasnya.
Bagaimana Warga Bisa Mengakses Program Ini?
Warga Kelurahan Semanggi dan sekitarnya yang ingin terlibat tidak bisa langsung mendaftar secara daring. Prosesnya dimulai dengan asesmen dan verifikasi data oleh Dinas Sosial setempat.Pemuda dari keluarga Desil 1-4 yang terdata dalam DTSN akan dihubungi oleh pendamping untuk mengikuti pelatihan. Mereka yang belum terdata namun merasa memenuhi syarat dapat melapor ke kelurahan untuk dilakukan musyawarah dan verifikasi ulang.
Apa Target Akhir dari Program Ini?
Dengan angka kemiskinan Jawa Tengah yang tercatat 9,21 persen, program ini menjadi salah satu upaya menekan angka tersebut, khususnya di kawasan perkotaan. Pemerintah menargetkan terciptanya ekosistem pemberdayaan berkelanjutan.Harapannya, generasi muda tidak hanya berhenti sebagai penerima bantuan, tetapi memiliki keterampilan, aksus usaha, dan jejaring untuk meningkatkan kesejahteraan secara mandiri. Informasi lebih lanjut mengenai jadwal pelatihan dan mekanisme pendampingan dapat diperoleh melalui kantor kelurahan atau Dinas Sosial Kota Surakarta.