JAMBI — Kepala Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi, Johansyah, menyatakan sejumlah merek beras premium kemasan 5 kilogram seperti Belido dan Topi Koki sudah tidak dapat dijumpai lagi di Pasar Angso Duo. Temuan itu diperoleh dari pemantauan bersama Tim Satgas Pangan dan Bulog di sejumlah pasar dan ritel modern beberapa waktu lalu.
Menurut Johansyah, penghentian pasokan berasal dari distributor beras asal Palembang yang untuk sementara menghentikan produksi kemasan 5 kilogram. Keputusan itu dipengaruhi kenaikan biaya kemasan, ongkos angkut, serta sulitnya memperoleh bahan bakar minyak.
Mengapa Distributor Palembang Setop Produksi Kemasan 5 Kg
Johansyah menjelaskan, tekanan biaya terjadi di beberapa titik sekaligus. Kemasan naik, ongkos angkut meningkat, dan pasokan BBM sulit didapat.
"Ini dikarenakan biaya kemasan sudah naik. Kemudian ongkos angkut juga meningkat. Belum lagi ditambah sulitnya mendapatkan BBM," kata Johansyah.
Dampaknya, produksi beras kemasan 5 kilogram dihentikan selama sekitar dua bulan. Selama periode itu, stok di pasar tradisional maupun ritel modern di Kota Jambi berangsur kosong.
Merek Apa Saja yang Sudah Sulit Ditemukan di Pasar Angso Duo
Pemantauan di Pasar Angso Duo menunjukkan sejumlah merek premium kemasan 5 kilogram tidak lagi tersedia. Johansyah menyebut Belido dan Topi Koki sebagai dua merek yang sudah tidak dapat dijumpai.
"Memang khususnya di Pasar Angso Duo, beras premium kemasan 5 kilogram dari beberapa merek sudah tidak dapat kita jumpai lagi," ujarnya.
Kelangkaan tidak hanya terjadi di pasar tradisional. Ritel modern di Kota Jambi juga mengalami kondisi serupa berdasarkan hasil pemantauan tim gabungan.
Bulog Siapkan Beras SPHP dan Premium Merek Befood
Masyarakat diminta tidak perlu khawatir menyikapi kelangkaan tersebut. Bulog telah menyiapkan stok beras Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) jenis medium serta beras premium merek Befood.
Kedua jenis beras itu bisa dibeli di gudang Bulog maupun toko Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang tersedia di Pasar Angso Duo dan Pasar Talang Banjar. Johansyah memastikan harga beras yang disediakan Bulog tetap sesuai Harga Eceran Tertinggi (HET).
"Bagi masyarakat yang ingin mencari beras medium seperti Belido dan sebagainya, kami arahkan untuk membeli beras Bulog, baik SPHP maupun beras premium Befood," tuturnya.
Pasokan dari Swasta Belum Ada Kepastian Kapan Mulai Masuk
Bulog Pusat juga telah meminta pihak swasta, seperti Wilmar, untuk membantu memasok beras guna memenuhi kebutuhan pasar tradisional maupun ritel modern. Namun, hingga kini belum ada kepastian kapan pasokan tersebut mulai tersedia.
Warga Kota Jambi yang membutuhkan beras premium kemasan 5 kilogram untuk sementara diarahkan beralih ke beras SPHP atau Befood di titik penjualan yang sudah ditentukan. Dinas Ketahanan Pangan Provinsi Jambi bersama Satgas Pangan akan terus memantau ketersediaan stok di pasar dan ritel modern.