Pemerintah Kota Jambi mempertimbangkan pemberian bantuan kuota internet bagi keluarga kurang mampu jika pembelajaran jarak jauh (PJJ) berlangsung lebih lama akibat kualitas udara yang belum membaik. Wali Kota Jambi Maulana menanggapi keluhan orang tua siswa yang mengaku pengeluarannya meningkat selama masa belajar dari rumah.
JAMBI — Kebijakan PJJ di Kota Jambi yang berlaku hingga 9 September akan dievaluasi seiring fluktuasi Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) yang masih berada di atas angka 150. Wali Kota Jambi Maulana mengatakan, skema bantuan kuota tengah dipertimbangkan untuk meringankan beban keluarga prasejahtera jika masa belajar daring kembali diperpanjang.
“Kita akan rapatkan kembali dan mempertimbangkan bantuan ini tapi kalau PJJ ini berlangsung cukup panjang,” kata Maulana di Jambi, Senin.
Pendataan Penerima Bakal Libatkan Baznas
Rencana bantuan ini menyasar keluarga yang masuk dalam basis data kelompok desil 1. Proses verifikasi dan pendataan calon penerima akan melibatkan Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) setempat.
“Kami memahami keluhan orang tua siswa yang mengalami peningkatan pengeluaran selama PJJ, terutama memenuhi kebutuhan kuota internet dan mendampingi anak belajar dari rumah,” ujarnya.
Keluhan Orang Tua soal Pengeluaran Kuota
Maulana mengakui banyak laporan masuk terkait tambahan biaya pembelian kuota selama pembelajaran dilakukan secara daring. Kondisi ini menjadi pertimbangan utama sebelum pemkot memutuskan perpanjangan masa belajar di rumah.
Kebijakan PJJ yang sedang berjalan diselaraskan dengan arahan Pemerintah Provinsi Jambi. Pemkot terus berkoordinasi dengan pemerintah provinsi untuk memantau perkembangan ISPU serta kondisi cuaca sebelum menentukan langkah berikutnya.
Kelas Tertutup Bisa Gelar Tatap Muka Terbatas
Meski PJJ diberlakukan, sekolah dengan ruang kelas tertutup dan memenuhi persyaratan keamanan masih diizinkan menerapkan pembelajaran tatap muka secara terbatas. Syaratnya, kualitas udara berada pada kategori tidak sehat.
Namun, Maulana menyebut mayoritas ruang kelas di Kota Jambi belum sepenuhnya tertutup dari lingkungan luar. Kesehatan dan keselamatan siswa tetap menjadi prioritas utama dalam menentukan skema kegiatan belajar mengajar ke depan.