JAMBI — PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk membuka pendaftaran BTN Housingpreneur Batch 3 mulai 28 September hingga 30 November 2026 dengan target 1.500 submission dari mahasiswa, pengusaha, hingga pengembang. Kompetisi tahun ketiga ini menjadi bagian transformasi BTN menuju Beyond Mortgage, memperluas bisnis perseroan dari sekadar kredit perumahan ke ekosistem hunian secara menyeluruh.
Paragraf pembuka: Kick-off kompetisi berlangsung di Universitas Indonesia, Depok, Senin (28/9), dan menyasar dua kelompok peserta sekaligus: Business Ideation untuk mahasiswa dan masyarakat umum, serta Established Business bagi pengusaha dan pengembang yang sudah punya usaha berjalan. Pendaftaran tidak dipungut biaya dan seluruh proses dilakukan melalui www.btnhousingpreneur.com.
Perumahan Bukan Cuma soal Bangun Rumah
Direktur Network & Retail Funding BTN Rully Setiawan menegaskan kompetisi ini tidak dibuka hanya untuk mencari entrepreneur yang sudah mapan. Calon inovator yang baru punya konsep pun dipersilakan ikut.
"Kami datang bukan untuk mengatakan bahwa BTN telah memiliki seluruh solusi, tetapi justru ingin bertanya kepada generasi muda: solusi apa yang kalian punya? BTN Housingpreneur tidak hanya mencari entrepreneur yang sudah memiliki usaha, tetapi juga calon entrepreneur dan inovator yang mungkin hari ini baru mempunyai ide atau konsep," ujar Rully dalam keterangannya, 28 September.
Menurut Rully, cakupan perumahan jauh lebih luas dari sekadar pembangunan fisik. Di dalamnya ada desain, arsitektur, konstruksi, material, teknologi, keberlanjutan, pembiayaan, sampai layanan turunan yang menyertainya. Perspektif inilah yang ingin ditangkap BTN dari peserta.
"Tantangannya bukan sekadar membangun lebih banyak rumah, tetapi menghadirkan hunian yang lebih terjangkau, berkualitas, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Karena itu, peserta perlu memulai bukan hanya dari pertanyaan 'saya ingin membuat apa', melainkan 'masalah apa yang ingin saya selesaikan'," kata Rully.
Tiga Pilar dan Tujuh Kategori Lomba
BTN Housingpreneur Batch 3 mengusung tema "Elevate Beyond Your Limit" dengan tiga pilar utama: Sustainability, Technology, dan Access. Pilar-pilar ini jadi kisi-kisi penilaian sekaligus arah solusi yang diharapkan muncul dari peserta.
Kelompok Business Ideation mencakup tiga kategori, yakni Rumah Nusantara, Housing Design, dan Housing Innovation. Adapun kelompok Established Business meliputi Rumah Nusantara, Housing Ecosystem, Housing Tech, Housing Design, Affordable Housing, dan Commercial Housing.
Peserta terpilih tidak berhenti di pengumuman pemenang. Mereka akan mendapat pendampingan pengembangan model bisnis dan pelatihan kemampuan presentasi sebelum dipertemukan dengan unit bisnis BTN, pengembang, nasabah, dan mitra dalam proses business matching.
"Ini bukan hanya kompetisi ide. Ide yang terpilih akan mendapatkan coaching dan mentoring, kemudian dapat dipertemukan dengan kebutuhan bisnis yang ada. BTN juga dapat memberikan solusi pembiayaan agar inovasi tersebut berkembang menjadi usaha dan hadir di pasar," ujar Rully.
Dukungan UI dan IAI
Kepala Badan Kewirausahaan dan Hubungan Antar Lembaga sekaligus Sekretaris Universitas Indonesia Prof. Dr. dr. Budi Wiweko, SpOG menyebut program ini sejalan dengan semangat UI sebagai entrepreneurial university. Menurutnya, persoalan perumahan butuh kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin.
"UI menyambut gembira dan mengapresiasi BTN atas penyelenggaraan BTN Housingpreneur Batch 3. Persoalan perumahan merupakan isu penting yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor dan lintas disiplin. Melalui program ini, kami berharap ide dan inovasi generasi muda dapat dikembangkan untuk membantu memecahkan persoalan nyata di masyarakat," ujar Budi.
Dari kalangan arsitek, Wakil Ketua Umum 2 Ikatan Arsitek Indonesia (IAI) Ar. Firman S. Herwanto menilai kompetisi ini bisa mendorong gagasan desain berkembang menuju implementasi dan model bisnis yang berkelanjutan. Inovasi perumahan, katanya, tidak cukup hanya menawarkan aspek visual.
"Kami berharap semakin banyak praktisi muda yang berbagi gagasan segar, tidak hanya berfokus pada visual, tetapi juga menghadirkan program yang tepat sasaran dan tepat guna bagi masyarakat yang membutuhkan perumahan. Inovasi juga perlu mempertimbangkan penggunaan material ramah lingkungan, efektivitas desain, dan siklus hidup bangunan yang lebih panjang," ujar Firman.
Roadshow ke Empat Kampus
Setelah kick-off di UI, rangkaian sosialisasi BTN Housingpreneur Batch 3 berlanjut ke Institut Teknologi Bandung, Universitas Sriwijaya Palembang, Universitas Diponegoro Semarang, dan Universitas Udayana Bali. Pembukaan di UI juga diisi gelar wicara bertema "Rumah Ala Gen Z: Dari Sudut Healing sampai Peluang Cuan".
Bagi BTN, ajang ini menjadi salah satu kanal untuk memperkuat posisi di ekosistem perumahan nasional, bukan hanya sebagai penyalur kredit. Ide-ide yang lolos seleksi berpeluang masuk ke rantai bisnis perseroan, mulai dari pembiayaan hingga kemitraan dengan pengembang.