JAMBI — Netflix resmi mengantongi hak siar Piala Dunia 2030 dan berencana menyiarkan seluruh 104 pertandingan secara gratis. Namun, siaran tanpa biaya tambahan itu hanya berlaku bagi penonton di Spanyol dan Andorra, bukan pelanggan Netflix di negara lain.
Kesepakatan tersebut dilaporkan BBC dan menegaskan posisi Netflix sebagai pemain baru di pasar hak siar sepak bola global. Turnamen edisi ke-100 itu akan digelar di Spanyol, Portugal, dan Maroko, dengan Argentina serta Uruguay turut menjadi tuan rumah pertandingan pembuka.
Spanyol menjadi kunci kesepakatan ini. Netflix menyebut pasar Spanyol dan Andorra sebagai wilayah yang mendapat akses gratis ke seluruh pertandingan, tanpa skema berlangganan tambahan.
Bela Bajaria: Piala Dunia Menyatukan Orang seperti Sedikit Peristiwa Lain
Chief Content Officer Netflix, Bela Bajaria, menyampaikan antusiasme perusahaan terhadap turnamen yang akan berlangsung di tanah Spanyol.
"Hanya sedikit peristiwa yang mampu menyatukan orang-orang seperti Piala Dunia," ujar Bela Bajaria.
"Saya berada di tribun tahun 2026 ini saat Spanyol mengangkat trofi dan menyaksikan semangat, kebanggaan, serta berbagai kisah yang tercipta, semuanya menjadi bagian dari budaya bangsa dan dikenang lintas generasi. Dengan Spanyol yang akan menjadi tuan rumah pada tahun 2030, kami sangat antusias untuk menghadirkan setiap pertandingan bagi para penggemar di seluruh Spanyol dan Andorra melalui Netflix," paparnya.
Bukan Kali Pertama Netflix Masuk Ranah Sepak Bola
Langkah ini memperkuat kerja sama Netflix dengan FIFA yang sudah terjalin sebelumnya. Pada Juni lalu, Netflix merilis FIFA World Cup Launch Edition dalam format video game.
Sebelum kesepakatan Piala Dunia 2030, Netflix juga telah memegang hak eksklusif untuk menayangkan Piala Dunia Wanita 2027 dan 2031 di Amerika Serikat dan Kanada.
Nasib Penonton di Luar Spanyol Belum Jelas
Piala Dunia 2030 akan diikuti 48 tim, format terbesar sepanjang sejarah turnamen. Belum ada informasi lanjutan apakah pelanggan Netflix di luar Spanyol dan Andorra bisa menyaksikan pertandingan dengan biaya tambahan atau persyaratan lain.
Ketidakjelasan ini membuat sejumlah penggemar di pasar lain, termasuk Indonesia, masih menunggu kejelasan skema distribusi siaran Piala Dunia 2030.