MUARO JAMBI — Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Muaro Jambi mulai mengubah strategi penyaluran zakat dengan memprioritaskan penguatan ekonomi produktif. Langkah ini diambil untuk menggeser pola bantuan yang sebelumnya bersifat konsumtif menjadi program pemberdayaan jangka panjang bagi masyarakat penerima manfaat.
Ketua Baznas Muaro Jambi, Kasmadi menjelaskan bahwa fokus utama program ini adalah mendorong mustahik agar bisa naik kelas melalui usaha kecil yang berbasis kebutuhan riil. Pihaknya melakukan verifikasi ketat untuk memastikan bantuan diberikan kepada warga yang usahanya sudah berjalan, bukan baru akan merintis.
Transformasi Warung Mustahik Menjadi ZMart Modern
Salah satu program unggulan yang diluncurkan adalah ZMart, yang menyasar 30 unit warung milik mustahik di Kecamatan Sekernan dan Jambi Luar Kota (Jaluko). Setiap penerima mendapatkan alokasi bantuan senilai Rp8 juta yang dibagi ke dalam dua peruntukan utama.
Sebanyak Rp4 juta diberikan dalam bentuk branding dan perlengkapan toko, seperti etalase dan papan nama untuk mengubah tampilan warung menjadi semi-modern. Sementara itu, Rp4 juta sisanya disalurkan dalam bentuk stok barang dagangan awal untuk memperkuat modal kerja pemilik warung.
“Bantuan dalam bentuk barang dipilih agar modal usaha benar-benar digunakan untuk pengembangan usaha. Kalau uang tunai rawan salah pakai. Dengan barang, warung mustahik langsung berubah jadi semi-modern. Kita juga dampingi pembukuannya sampai mereka mandiri,” ujar Kasmadi.
Dukungan Peralatan Bengkel dan Modal Usaha Mikro
Selain sektor perdagangan, Baznas Muaro Jambi memperluas jangkauan ke sektor jasa melalui program ZAuto. Sebanyak tiga unit bantuan peralatan bengkel lengkap disalurkan kepada mustahik di Desa Kedotan, Desa Tunas Mudo, dan Desa Penyengat Olak.
Paket bantuan ZAuto tersebut meliputi kompresor, oli, kampas rem, busi, fanbelt, hingga ban dalam. Intervensi ini diharapkan mampu meningkatkan daya saing bengkel kecil di tingkat desa agar memiliki fasilitas servis kendaraan yang lebih memadai.
“Ini untuk meningkatkan kapasitas usaha bengkel mustahik agar naik kelas dan punya daya saing,” jelas Kasmadi saat memaparkan rincian bantuan tersebut.
Bantuan Tunai untuk 50 Pelaku UMKM Keliling
Pada sektor usaha mikro, sebanyak 50 pelaku usaha mendapatkan suntikan modal tunai masing-masing sebesar Rp1 juta. Penerima manfaat ini didominasi oleh kelompok usaha kecil yang memiliki mobilitas tinggi di tengah masyarakat.
- Pedagang gorengan
- Penjual kue keliling
- Penjual makanan keliling
- Pelaku usaha rumahan skala mikro
Seluruh penerima bantuan modal usaha ini telah melewati proses verifikasi lapangan untuk memastikan ketepatan sasaran. Baznas berkomitmen untuk terus memantau perkembangan usaha para mustahik agar bantuan yang bersumber dari zakat masyarakat ini benar-benar mampu memutus rantai kemiskinan di Muaro Jambi.