Poke bukan asisten biasa. Lewat integrasi dengan Messages for Business — fitur yang selama ini dipakai untuk menghubungkan pengguna iPhone dengan layanan pelanggan perusahaan — agen AI ini bisa membaca permintaan, merespons, dan menjalankan aksi di aplikasi pihak ketiga. Pengguna cukup mengirim pesan ke nomor yang terdaftar, dan Poke akan memprosesnya seperti layaknya customer service otomatis, tapi dengan kemampuan yang lebih luas.
Bukan Sekadar Chatbot: Poke Bisa Integrasi dengan Layanan Eksternal
Dari unggahan resmi Poke, agen ini mampu menangani berbagai tugas yang melibatkan layanan pihak ketiga. Contohnya termasuk pemesanan tiket, penjadwalan, hingga pengiriman notifikasi — semuanya dikendalikan dari satu jendela percakapan iMessage.
Ini lompatan besar. Sejak Messages for Business diluncurkan bertahun-tahun lalu, fungsinya terbatas pada komunikasi dua arah antara pengguna dan merek. Kini, celah teknis itu dimanfaatkan untuk menghadirkan AI generatif yang bisa bertindak atas nama pengguna.
Cara Mengakses dan Kendala Teknis di Hari Pertama
Untuk mencoba Poke, pengguna iPhone bisa mengunjungi situs resmi Poke dan mengikuti petunjuk pendaftaran. Setelah itu, cukup kirim pesan ke kontak yang disediakan, dan agen AI akan merespons langsung di aplikasi Messages.
Tapi tidak semuanya mulus. Pada jam-jam pertama peluncuran, Poke dilaporkan mengalami gangguan. Saya sendiri mengirim pesan beberapa menit lalu dan belum mendapat balasan. Keluhan serupa juga muncul di media sosial.
Apakah ini tanda permintaan yang melonjak drastis, atau justru indikasi bahwa Apple sudah mencabut izin awal? Belum ada konfirmasi resmi dari kedua pihak.
Dampak bagi Ekosistem iMessage dan Pengguna iPhone di Indonesia
Langkah Apple membuka celah untuk agen AI pihak ketiga di Messages menandai perubahan strategi yang signifikan. Selama ini, ekosistem iMessage dikenal tertutup — hanya aplikasi dan layanan Apple yang bisa beroperasi penuh di dalamnya. Kini, dengan Poke sebagai pionir, pintu itu mulai retak.
Bagi pengguna iPhone di Indonesia, kabar ini menarik tapi mungkin belum langsung berdampak. Messages for Business sendiri belum merata digunakan oleh perusahaan lokal. Namun, jika Poke berhasil bertahan dan Apple tidak menarik persetujuannya, bukan tidak mungkin agen AI serupa akan bermunculan — termasuk yang mendukung bahasa Indonesia dan layanan lokal seperti Gojek, Tokopedia, atau BRI.
Ujian sesungguhnya ada pada keandalan dan keamanan. Apple dikenal ketat dalam menyetujui layanan yang menyentuh iMessage. Jika Poke terbukti stabil dan tidak melanggar privasi, ini bisa menjadi preseden bagi gelombang baru agen AI di aplikasi pesan paling pribadi di iPhone.