JAMBI — Pertumbuhan kredit tersebut ditopang oleh dana pihak ketiga (DPK) yang naik 17,6% YoY menjadi Rp1.687 triliun. Komposisi pendanaan solid, dengan tabungan tercatat Rp563 triliun dan giro Rp623 triliun. Artinya, peran Bank Mandiri dalam mendukung transaksi nasabah ritel dan korporasi semakin luas.
Direktur Finance & Strategy Bank Mandiri Novita Widya Anggraini mengatakan, pencapaian ini menjadi modal perseroan untuk tumbuh sehat dan berkelanjutan. Ia menegaskan, perseroan akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital.
"Ke depan, kami akan menjaga kualitas intermediasi sekaligus memperkuat kapabilitas digital Bank Mandiri. Langkah ini kami jalankan agar dapat terus memberikan kontribusi bagi perekonomian nasional dan menghadirkan layanan perbankan yang nyaman bagi nasabah," ujar Novita dalam keterangan resminya, Jumat (4/9).
Penyaluran Kredit ke Sektor Produktif Topang Pertumbuhan
Sebagai agen pembangunan, Bank Mandiri mengarahkan pembiayaan ke sektor-sektor produktif yang punya prospek pertumbuhan. Targetnya jelas: mendorong penciptaan lapangan kerja dan memperkuat ekonomi kerakyatan. Prinsip kehati-hatian tetap dijalankan dengan mempertimbangkan profil risiko setiap sektor.
Hasilnya, rasio non-performing loan (NPL) terjaga di 1,00%, dengan NPL coverage ratio 240,6%. Artinya, perseroan punya bantalan pencadangan yang kuat meski ekspansi kredit agresif.
Ekosistem Digital Livin' dan Kopra Dorong Pendapatan Komisi
Pertumbuhan bisnis juga ditopang aktivitas transaksi nasabah di ekosistem digital. Livin' by Mandiri kini digunakan 42,2 juta pengguna dengan volume transaksi mencapai 3,32 miliar. Sementara Kopra by Mandiri melayani 385,3 ribu pengguna terdaftar, dengan frekuensi transaksi 1,05 miliar.
Volume transaksi yang besar itu berdampak langsung ke pendapatan berbasis komisi. Fee-based income (FBI) tumbuh 12,9% YoY, ditopang recurring income dari Livin' dan Kopra seiring meningkatnya ragam transaksi nasabah.
Novita menjelaskan, Livin' by Mandiri tidak hanya menjadi alat transaksi harian, tetapi juga pintu akses produk keuangan. Nasabah ritel bisa membuka deposito, tabungan rencana, berinvestasi, hingga memenuhi kebutuhan lifestyle. Fitur Livin' Call menghubungkan nasabah dengan petugas layanan tanpa biaya pulsa, sedangkan Livin' Next-G menyasar generasi muda dengan solusi tabungan digital yang terhubung ke orang tua.
"Kami akan terus memperkaya Livin' by Mandiri dengan layanan yang semakin lengkap dan personal, mulai dari transaksi sehari-hari hingga kebutuhan lifestyle dan investasi," kata Novita.
Untuk segmen bisnis, Kopra by Mandiri membantu pelaku usaha mengelola transaksi dan arus kas. Livin' Merchant memudahkan mereka menerima pembayaran. Ekosistem ini terhubung dengan solusi pembiayaan seperti Kredit Usaha Mikro (KUM) dan Kredit Usaha Rakyat (KUR), sehingga UMKM mendapat dukungan perbankan sesuai tahap pertumbuhan usahanya.
Fokus Berikutnya: Perkuat Kapabilitas Digital dan Ekosistem Layanan
"Fokus kami ke depan adalah menjaga pertumbuhan yang sehat dengan terus memperluas ekosistem Bank Mandiri. Kami ingin memastikan nasabah dapat memperoleh layanan yang andal, mudah diakses, dan sesuai dengan kebutuhannya melalui Livin', Kopra, serta seluruh jaringan layanan Bank Mandiri," tutup Novita.
Dengan fundamental keuangan yang solid dan pertumbuhan transaksi digital yang konsisten, Bank Mandiri menegaskan posisinya sebagai salah satu motor intermediasi perbankan nasional. Kombinasi pertumbuhan kredit dua digit dan perbaikan kualitas aset menjadi sinyal positif bagi investor yang memantau kinerja emiten bersandi BMRI ini.