Pencarian

Saham BBCA ARB Dua Hari, BCA Siap Buyback Rp 5.175 pada 19–21 Oktober

Senin, 19 Oktober 2026 • 10:50:32 WIB
Saham BBCA ARB Dua Hari, BCA Siap Buyback Rp 5.175 pada 19–21 Oktober
Saham BBCA menyentuh ARB dua hari berturut-turut sebelum jadwal buyback 19–21 Oktober 2026.

JAMBI — PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) menjadwalkan pembelian kembali saham pada 19–21 Oktober 2026, tepat setelah harga saham bank swasta terbesar di Indonesia itu menyentuh batas auto rejection bawah dua hari beruntun. Buyback berjalan di bawah mandat RUPST 12 Maret 2026 yang berlaku hingga 11 Maret 2027.

Manajemen BCA menyebut buyback sebagai kelanjutan dari program serupa yang sudah direalisasikan pada April dan Juni 2026. Perseroan memilih mempercepat langkah stabilisasi ketimbang menunggu tekanan jual mereda sendiri.

"Aksi korporasi ini merupakan lanjutan dari realisasi program buyback saham yang sebelumnya dilaksanakan pada April dan Juni 2026 lalu," tulis manajemen BBCA dalam keterangan resminya, dikutip pada Senin (19/10).

Dua Hari Berturut-turut Menyentuh ARB

Tekanan jual terhadap saham BBCA berlangsung tajam dalam dua sesi terakhir. Pada perdagangan Jumat (16/10), harga saham bank itu anjlok 14,81% dan ditutup di level Rp 5.175 per saham setelah menyentuh ARB.

Pelemahan berlanjut pada pembukaan perdagangan Senin (19/10). Saham BBCA kembali menyentuh ARB yang diperbarui bursa, turun 6,86% ke level Rp 4.820 per saham. Dengan penurunan akumulatif dua hari itu, kapitalisasi pasar BBCA tergerus signifikan dari level awal pekan lalu.

ARB sendiri merupakan batas penurunan harga harian yang ditetapkan bursa untuk mencegah volatilitas ekstrem. Ketika sebuah saham berulang kali menyentuh ARB, biasanya ada antrean jual yang belum terserap di harga penutupan.

Mandat RUPST Berlaku Sampai Maret 2027

Program buyback BCA mendapat restu dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) untuk Tahun Buku 2025 yang digelar 12 Maret 2026. Berdasarkan keputusan forum itu, program berlangsung 12 bulan, dari 12 Maret 2026 hingga 11 Maret 2027, kecuali diakhiri lebih awal oleh perseroan sesuai ketentuan yang berlaku.

Dengan demikian, jendela buyback 19–21 Oktober masih berada di dalam periode yang disetujui pemegang saham. Perseroan tidak perlu menggelar RUPS baru untuk melaksanakan aksi korporasi ini.

Alasan Manajemen: Fundamental dan Stabilisasi Pasar

Manajemen menyatakan buyback mencerminkan keyakinan perseroan terhadap fundamental bisnis BBCA. Langkah itu sekaligus menjadi upaya mendukung stabilisasi pasar modal Indonesia di tengah tekanan jual yang menimpa saham perbankan.

Perseroan juga menegaskan pelaksanaan buyback tidak akan berdampak material terhadap kinerja keuangan maupun kegiatan usaha. Manajemen akan mempertimbangkan dinamika pasar dalam menjalankan aksi korporasi tersebut, termasuk soal harga dan volume pembelian.

Apa Artinya bagi Pemegang Saham

Buyback biasanya dibaca pasar sebagai sinyal bahwa manajemen menilai harga sahamnya sudah undervalue. Aksi ini juga bisa menahan laju penurunan harga karena perseroan masuk sebagai pembeli di saat tekanan jual tinggi.

Namun efeknya bergantung pada besaran dana yang dialokasikan dan agresivitas eksekusi di pasar. Keterangan resmi BCA belum merinci nilai nominal buyback maupun jumlah saham yang ditargetkan. Tanpa angka itu, pasar cenderung menunggu realisasi harian pada 19–21 Oktober untuk menilai keseriusan langkah stabilisasi.

Bagi investor, tiga hari pelaksanaan buyback akan menjadi ujian pertama. Jika antrean jual kembali membanjir dan harga tetap menyentuh ARB meski perseroan membeli, sinyal tekanan eksternal pada saham perbankan besar perlu dibaca lebih serius. Sebaliknya, jika harga berhasil bertahan di atas Rp 4.820, buyback BCA bisa menjadi penopang awal pemulihan.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: katadata.co.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks