Pencarian

Pelindo Operasikan Listrik Darat 500 kVA di Tanjung Priok, Tekan Emisi 75 Persen

Kamis, 17 September 2026 • 13:22:31 WIB
Pelindo Operasikan Listrik Darat 500 kVA di Tanjung Priok, Tekan Emisi 75 Persen

JAMBI — PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo resmi mengoperasikan layanan Onshore Power Supply (OPS) berkapasitas 500 kVA di Dermaga Nusantara, Terminal PNP Pier 004, Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta. Fasilitas ini memungkinkan kapal yang bersandar menyerap listrik langsung dari darat sehingga mesin bantu kapal bisa dimatikan selama proses bongkar-muat. Langkah ini menjadi tahap awal transformasi Tanjung Priok menuju pelabuhan hijau, dengan target 24 unit OPS di kawasan tersebut pada 2027.

Peresmian OPS dihadiri perwakilan Kementerian Perhubungan, Kementerian ESDM, Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Utama Tanjung Priok, Kepolisian Pelabuhan Tanjung Priok, Indonesian National Shipowners Association (INSA), PT PLN (Persero), serta manajemen Grup Pelindo. Kehadiran lintas instansi itu menandai OPS sebagai proyek bersama, bukan sekadar inisiatif internal Pelindo.

Skema Shore-to-Ship dan Cara Kerjanya

OPS bekerja lewat skema shore-to-ship power. Saat kapal bersandar dan tersambung ke fasilitas ini, kebutuhan listrik kapal seperti hotel load, reefer, pompa, dan peralatan operasional lain disuplai dari jaringan listrik darat. Mesin bantu kapal pun bisa dimatikan selama OPS digunakan.

Kepala KSOP Utama Tanjung Priok Capt. Heru Susanto MM menyebut implementasi OPS di Tanjung Priok berpotensi menjadi rujukan bagi pelabuhan lain. "Kami yakin penerapan OPS di Pelabuhan Tanjung Priok dapat menjadi best practice dan menjadi bagian dari transformasi pelabuhan di Indonesia menuju pelabuhan yang lebih hijau, efisien, kompetitif, dan berkelanjutan," ujarnya.

Emisi Turun hingga 75 Persen

Berdasarkan pengujian, penerapan OPS diperkirakan menekan emisi gas buang kapal hingga 75 persen. Emisi lokal dari cerobong kapal seperti nitrogen oksida (NOx), sulfur oksida (SOx), dan partikulat juga bisa dihilangkan selama kapal sepenuhnya disuplai listrik darat.

Dari sisi efisiensi, pengukuran pada dua kapal uji menunjukkan potensi penghematan biaya energi sekitar 40 hingga 64 persen dibandingkan penggunaan generator kapal. Angkanya bergantung pada jenis mesin dan bahan bakar yang dipakai. Berkurangnya jam operasi mesin bantu turut menekan kebutuhan perawatan dan memperpanjang interval overhaul mesin.

Selain penghematan bahan bakar saat kapal bersandar, penggunaan listrik darat memangkas jam operasi mesin bantu, kebutuhan perawatan, emisi gas buang, kebisingan, serta getaran di area dermaga.

PLN Jamin Pasokan, EPI Jadi Operator

PT PLN (Persero) mendukung pengembangan OPS sebagai bagian dari kolaborasi penyediaan ekosistem listrik yang andal di kawasan pelabuhan. "PLN siap mendukung transformasi sektor pelabuhan dengan menyediakan pasokan listrik yang andal bagi kapal yang bersandar. Melalui kolaborasi ini, kami ingin mendorong produktivitas dengan menghemat biaya pelaku usaha maritim dan mengoptimalkan aktivitas pelabuhan, sekaligus menekan emisi," kata Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo.

Dalam operasionalnya, Pelindo menugaskan PT Energi Pelabuhan Indonesia (EPI) mengelola layanan OPS. Sebagai bagian dari Grup Pelindo, EPI mengelola jaringan distribusi listrik internal kawasan pelabuhan sekaligus menjamin kesiapan dan keandalan pasokan listrik dari darat ke kapal.

Direktur Utama PT EPI Andriyuda Siahaan menyatakan fasilitas OPS di Pier 004 telah melewati Site Acceptance Test (SAT) dan berhasil diuji pada kapal komersial. "Sebagai operator, PT EPI memastikan pasokan listrik yang andal dan kesiapan teknis layanan di dermaga. OPS juga menawarkan layanan energi yang lebih skalabel bagi pengguna berdasarkan konsumsi listrik dan level layanan yang dibutuhkan," ujarnya.

Peta Jalan: 24 Unit pada 2027, 123 Unit pada 2050

Direktur Utama Pelindo Achmad Muchtasyar menegaskan OPS bukan sekadar penggantian sumber listrik kapal. "OPS bukan hanya soal mengganti sumber daya kapal dari generator ke listrik darat. Ini langkah konkret transformasi Pelabuhan Tanjung Priok menjadi green port, menyediakan energi yang lebih efisien, lebih bersih, dan lebih andal. Kami ingin membangun ekosistem pelabuhan yang tidak hanya lebih produktif tetapi juga lebih berkelanjutan," katanya.

Peluncuran di Tanjung Priok menandai tahap awal pengembangan layanan yang lebih luas. Setelah fase pilot dan komersialisasi di Pier 004, Pelindo akan memperluas layanan secara bertahap ke terminal lain dengan kapasitas disesuaikan kebutuhan kapal.

Dalam peta jalan pengembangan, Pelindo mengarahkan pembangunan OPS di Tanjung Priok hingga 24 unit pada 2027. Untuk jangka panjang, model ini direncanakan direplikasi ke terminal multipurpose, dermaga umum, dan pelabuhan lain, dengan indikasi peta jalan nasional hingga 123 unit OPS pada 2050.

"Dari Tanjung Priok, kami ingin membangun fondasi untuk memperluas solusi transisi energi ke terminal dan pelabuhan lain di Indonesia. Pelabuhan masa depan harus semakin produktif dan efisien, sekaligus mampu tumbuh dengan tetap menjaga keberlanjutan lingkungan," ujar Achmad.

Bagi pelaku usaha pelayaran, OPS menawarkan penghematan biaya energi yang cukup besar sekaligus mengurangi beban perawatan mesin bantu. Sementara bagi masyarakat sekitar pelabuhan, pengurangan emisi NOx, SOx, dan partikulat berarti udara di kawasan Tanjung Priok berpotensi membaik seiring bertambahnya kapal yang beralih ke listrik darat.

Follow katajambi.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: islnewstv.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Terkini

Indeks