MERANGIN — Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Bukit Telasih, Kecamatan Muara Siau, Kabupaten Merangin, Jambi, menghanguskan lahan seluas 10 hektare. Api pertama kali muncul pada Minggu (6/9), sempat padam, lalu kembali terbakar pada Sabtu (12/9) dan meluas hingga ke wilayah Desa Teluk Sikumbang.
Kawasan yang terbakar mencakup Desa Pasar Muara Siau dan Desa Teluk Sikumbang. Bupati Merangin M Syukur meninjau langsung lokasi pada Jumat (18/9/2026) untuk memastikan penanganan berjalan.
Medan Perbukitan Terjal Jadi Kendala Pemadaman
Lokasi karhutla berada di kawasan perbukitan dengan medan terjal sehingga armada pemadam darat sulit mencapai titik api. Pemerintah Kabupaten Merangin akhirnya mengerahkan tim gabungan bersama masyarakat, Kapolsek, dan Danramil untuk bergotong royong.
"Hari ini kita meninjau lokasi kebakaran. Ini lokasinya cukup jauh di bukit, tidak bisa dilalui oleh armada pemadam yang kita punya," ujar M Syukur.
Bantuan datang dari BNPB Provinsi Jambi berupa helikopter pemadam jenis Aircraft Sikorsky UH60A. Operasi penyiraman udara atau water bombing dilakukan pada Kamis siang, sejak pukul 12.00 WIB hingga 14.40 WIB.
"Alhamdulillah kita dibantu helikopter pemadam dari provinsi, dan masyarakat bersama Kapolsek serta Danramil sudah bergotong royong," kata M Syukur.
Bupati Minta Warga Hentikan Bakar Lahan
M Syukur menegaskan kondisi cuaca panas membuat risiko kebakaran semakin besar. Ia meminta masyarakat tidak melakukan pembakaran lahan untuk kepentingan apa pun selama cuaca masih panas dan penanganan karhutla berlangsung.
"Panas cuaca saat ini luar biasa sekali. Tolong kepada masyarakat jangan ada yang bakar-membakar lahan, apa pun alasannya sementara ini hentikan dulu," kata M Syukur.
Peringatan itu disampaikan dengan nada tegas. Warga yang kedapatan membakar lahan akan ditindak sesuai aturan yang berlaku.
"Kalau sudah terjadi begini, kita semua yang repot, apalagi di daerah bukit seperti ini peralatan kita terbatas untuk menjangkau," tegasnya.
3.048 Hektare Lahan di Jambi Terbakar Sepanjang 2026
Data BNPB hingga 16 September 2026 mencatat luas lahan terbakar di Provinsi Jambi mencapai 3.048,68 hektare. Karhutla tersebar di 9 kabupaten dan 2 kota.
Laporan Satgas Karhutla mencatat hotspot kumulatif sepanjang 2026 mencapai 8.602 titik hingga 16 September. Pada 16 September saja, tercatat 449 hotspot dalam periode pemantauan pukul 00.00-16.00 WIB.
Kabut asap masih menyelimuti sejumlah daerah di Jambi, termasuk Kabupaten Merangin. M Syukur mengingatkan warga agar tidak membuka lahan dengan cara membakar selama kondisi cuaca panas.
"Tolong masyarakat jangan ada yang bakar-membakar lahan. Apa pun alasannya, saya minta hentikan, jika tidak akan ditindak tegas jika kedapatan," tegasnya.